Rabu, 21 Desember 2011

Cefadroxil




KOMPOSISI :Tiap kapsul mengandung Cefadroxil monohidrat 524,77 mg
(setara dengan 500 mg Cefadroxil anhidrat).

INDIKASI :
Untuk pengobatan:
-Infeksi saluran kemih, yang disebabkan: E. coli, P. mirabilis dan Klebsiella sp.
-Infeksi kulit dan jaringan lunak, yang disebabkan: genus Staphylococcus dan atau Streptococcus Faringitis dan tonsilitis, yang disebabkan: Streptococcus pyogenes (kelompok A/Bhaemolytic streptococci).

KONTRA INDIKASI :
Penderita yang diketahui hipersensitif terhadap derivat Sefalosporin.

EFEK SAMPING :
Umumnya jarang dan bersifat ringan berupa gangguan saluran cerna, misalnya: nausea, vomitus, diare dan reaksi alergi kulit, urtikaria. Efek samping serius dapat berupa kolitis pseudomembran.

PERINGATAN dan PERHATIAN :
Hati-hati diberikan pada penderita yang diketahui alergi terhadap penisilin,karena ada kemungkinan reaksi silang, penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan penderita dengan kolitis. Dapat memberikan hasil positif palsu pada reaksi Coomb dan tes glukosa urin dengan teknik Benedict dan Fehling. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang non-sensitif terhadap Cefadroxil. Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan bayi prematur belum diketahui.

DOSIS dan CARA PEMAKAIAN :
Pengobatan diberikan tergantung pada tingkat infeksi, umumnya diberikan selama 3 hari. Sebaiknya diberikan setelah makan.

Dewasa:
-Infeksi saluran kemih: 500 -1000 mg, 2 kali sehari.
-Infeksi kulit dan jaringan lunak: 500 mg, 2 kali sehari.
-Faringitis dan tonsilitis: 500 mg, 2 kali sehari (selama 10 hah).

Anak:

30 mg/kg berat badan per hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam.

KEMASAN :

Dos berisi 10 strip @ 10 kapsul. No. Reg. GKL0214810901A1
Simpan di tempat sejuk dan kering
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
PT Medikon Prima Laboratories
Tangerang, Indonesia



Hubungi Kami

Klindamicin




Komposisi :   
Tiap kapsul mengandung 169,5 mg  klindamisin hidroklonda setara dengan 150 mg klindamisin.


Cara Kerja Obat :
Klindamisin    dapat bekerja sebagai bakteriostatik maupun baktensida tergantung konsentrasi obat pada tempat infeksi dan organisme penyebab infeksi. Klindamisin  menghambat sintesa  protein organisme dengan mengikat subunit ribosom 50 S yang mengakibatkan terhambatnya pembentukan ikatan peptida. Klindamisin diabsorbsi dengan cepatoleh saluran pencernaan.

Indikasi
Efektif untuk pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh bakten anaerod, streptokokus, pneumokokus dan stafilokokus, seperti infeksi saluran pernafasan yang serius, Infeksi tulang dan jaringan lunak yang serius, Septikemia, Abses intra-abdominal, Infeksi pada panggul wanita dan saluran kelamin.

Dosis
Dewasa :
Infeksi serius 150-300 mg tiap 6 jam. Infeksi yang lebih berat 300- 450 mg tiap 6 jam.
Anak-anak :
Infeksi serius 8-16 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3 - 4.
Infeksi yang lebih berat 16-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3-4 Untuk menghindari  kemungkinan timbulnya iritasi esofageal,  maka obat harus ditelan dengan segelas air penuh. Pada infeksi streptokokus beta hemolitik, pengobatan harus dilanjutkan paling sedikit 10 hari.


Peringatan dan Perhatian
Bila terjadi diare, pemakaian klindamisin harus dihentikan. Perhatian harus diberikan untuk penderita yang mempunyai riwayat penyakit saluran pencernaan. Selama masa terapi yang lama, tes fungsi hati, ginjal dan hitung sel darah harus dilakukan secara periodik. Pemakaian pada bayi dan bayi baru lahir, fungsi dari sistem organ harus dimonitor.Keamanan oemakaian pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui. Pengunaan klindamisin kadang-kadang menimbulkan pertumbuhan yang | berlebihan dari organisme yang tidak peka, terutama ragi. Oleh karena itu | kemungkinan timbulnya superinfeksi dengan bakteri dan fungsi perlu diamati. § Pada pasien dengan penyakit ginjal yang sangat berat dan atau penyakit hati yang g sangat berat disertai dengan gangguan metabolik agar diperhatikan pemberian dosisnya, serta lakukan monitoring terhadap kadar serum klindamisin selama terapi dengan dosis tinggi. Terapi dengan klindamisin dapat menyebabkan kolitis berat yang dapat berakibat fatal Oleh karena itu pemberian klindamisin dibatasi untuk infeksi serius dimana tidak dapat diberikan antimikroba yang kurang toksis misalnya eritromisin. Klindamisin tidak boleh digunakan untuk infeksi saluran nafas bagian atas. Karena klindamisin tidak dapat mencapai cairan serebrospinal dalam jumlah yang memadai, maka klindamisin tidak dapat digunakan untuk pengobatan meningitis.


Efek Samping
Saluran pencernaan, seperti mual, muntah dan diare.
Reaksi hipersensitif, seperti rash dan urtikaria.
Hati :Penyakit kuning, abnormalitas pemeriksaan fungsi hati.
Ginjal :Klindamisin tidak bersifat langsung terhadap kerusakan ginjal.
Hematopoietik :Neutropenia (leukopenia dan eosinofilia sementara).
Muskuloskeletal :Poliartritis.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap klindamisin atau linkomisin.


Interaksi Obat
Senyawa penghambat neuromuskular, seperti aminoglikosida dan eritromisin.

Cara Penyimpanan
Simpan di tempat yang sejuk dan kering.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
INDOFARMA BEKASI - INDONESIA






KOMPOSISI :
Tiap gram gel mengandung :
Clindamycin phosphate setara dengan Clindamycin 10 mg

KHASIAT :
Clindamycin phosphate akan mengalami hidrolisis membentuk Clindamycin aktif yang memiliki efek antibakteri. Secara in-vitro aktif terhadap Propionibacterium acnes. Jumlah asam lemak bebas di asam kulit akan turun dari 14% menjadi 2% setelah penggunaan Clindamycin. 


INDIKASI :
Untuk pengobatan acne vulgaris.


KONTRA INDIKASI :
- Pendrita yang hipersensitif terhadap Clindamycin
- Penderita dengan riwayat eriteritis regional atau colitis ulceratif.
- Penderita dengan riwayat colitis yang disebabkan pemakaian antibiotik


EFEK SAMPING :
Rasa panas, gatal, kulit kering, erythema, kulit berminyak, mengelupas, iritasi kulit, foliculitif Gram-negatif, gangguan saluran pencernaan dan sakit perut.


PERINGATAN & PERHATIAN :
- Clindamycin topikal dapat diabsorbsi pada permukaan kulit. Sehingga sama seperti penggunaan oral, hentikan pemberian jika terjadi diare.
- Hati-hati pemberian pada pemberian atopik.
- Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui, hanya diberikan jika benar-benar diperlukan.
- Keamanan dan efektifitas pemakaian pada anak-anak dibawah 12 tahun belum ditetapkan.


INTERAKSI OBAT :
- Clindamycin gel memiliki sifat penghamabatan neuromuskular sehingga dapat meningkatkan, memperpanjang efek obat pengahmbat neuromuskular. Karena itu hati-hati pada pasien yang diberikan obat ini secara bersamaan.
- In-vitro menunjukkan adanya antagonis antara Clindamycin dengan Erithromicyn. Karena kemungkinaan bermakna secara klinis, kedua obat ini tidk boleh diberikan secara bersamaan.


ATURAN PAKAI :
Oleskan tipis pada daerah yang sakit 2 kali sehari.


KEMASAN & NO REG. :
Tube 15 gr, DKL 0217618128A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI BAWAH SUHU 30 DERAJAT C
TERLINDUNG DARI CAHAYA


Diproduksi oleh :
Interbat



Hubungi Kami

Senin, 19 Desember 2011

Albiotin



A L B I O T I N
KOMPOSISI :

Klindamisina – HCl 300 mg, 150 mg.

INDIKASI :

Pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob,j mcga terhadap strain streptokokus, pneumo-kokus dan stafilokokus.

KONTRA INDIKASI :


Hipersensitivitas

DOSIS :


Dewasa : 150 – 300 mg tiap 6 jam
Anak : 8 – 16 mg /kgBB/hari,dibagi dalam 3- 4 dosis.
Untuk infeksi yang lebih serius : 16 – 20 mg/kgBB/hari,dibagi dalam 3 – 4 dosis

KEMASAN :


( HNA +) Dos 3 x 10 kapsul 150 mg, 3 x 10 kapsul 300 mg.



Hubungi Kami

Akilen



KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung-Ofloksasin..................... 400mg


FARMAKOLOGI
 :
AKILEN mengandung Ofloksasin, suatu fluorokinolon dengan spektrum anti bakteri yang luas terhadap bakteri Gram - Negatif, Gram Positif dan beberapa bakteri anaerob.


INDIKASI :
AKILEN diindikasikan untuk infeksi berat pada pada :
- Infeksi saluran Kemih.
- Uretritis dan servisitis gonokokal dan non gonokokal.
- Infeksi saluran pernafasan bagian bawah.
- Infeksi kuliat dan jaringan lunak.
- Infeksi kandungan, serta enteritis bakterial.


KONTRA - INDIKASI :
1. Hipersensitivitas terhadap Ofloksasin dan derifat kinolon
2. Wanita Hamil dan menyusui
3. Anak - anak sebelm masa pubertas
PERHATIAN :
1. Bila timbul reaksi hipersensitif dan gejala yang menyerupai syok pengobatan dihentikan.
2. Diberikan dengan hati - hati pada penderita dengan fungsi ginjal menurun, dan sesuaikan dosis terhadap beratnya disfungsi ginjal.penderita lanjut usia mungkin membutuhkan penurunan dosis karena biasanya bersihan kreatinin sudah menurun.
3. Hati - hati diberikan selama usia subur
4. Absorbsi di dalam usus akan berkurang bila diberikan bersama - sama dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida. karena itu diberikan 1-2jam sebelum atau sesudah ofloksasin.


DOSIS :
Dewasa
- Infeksi saluran kemih : 100-400mg, 2 kali sehari selama 1-10 hari. Untuk infeksi berat dan terkomplikasi : 600mg sehari diberikan selama 20 hari.
- Infeksi saluran pernafasan : 200-400mg, 2kali sehari
- Uretritis gonokokal dan servisitis yang tidak terkomplikasi (termasuk infeksi PPNG) : 200-600mg sebagai dosis tunggal
- Uretritis non gonokokal : 400mg sehari dosis tunggal atau dosis terbagi selama 9 hari
- Infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi kandungan, serta enteritis bakterial : 400mg sehari, selama 7 hari

Untuk penderita dengan penurunan fungsi ginjal, interval pemberian dosis diperpanjang menjadi 24jam bila bersihan kreatinin antara 20 - 80 ml/menit, dan diperpanjang menjadi 36 sampai 48 jam bila bersihan kretinin kurang dari 20 ml/menit
 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
 


KEMASAN :
AKILEN 200 : Dus isi 3strip @10 Tablet
AKILEN 400 : Dus isi 5strip @6 Tablet


PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk dan kering.


Dibuat oleh : 
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

Gentamicin


  1. Gentamicin Tetes Mata



Garamycin®

KOMPOSISI :

Setiap mL obat tetes mata mengandung gentamicin sulfate,setara dengan 3 mg gentamicin base dan zat tzmbahan 0,05 mg benzalkonium chloride.


INDIKASI :


Mata-untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap gentamicin pada stuktur sebelah luar dari mata dan adneksanya.
Tidak untuk pencegahan,karena untuk itu kuman penyebab tidak diketahui dengan pasti.
Telinga-Untuk pengobatan otitiseksterna yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap gentamicin.


DOSIS DAN ATURAN PAKAI :


Mata-Teteskan satu atau dua tetes setiap empat jam.
Pada infeki berat,dosis dapat ditingkatkan sampai dua tetes sekali setiap empat jam.Dapat malam hari Obat tetes ini terutama terus-meneruskan pengobatan selama malam hari terutama digunakan pada pengobatan tukak kornea karena pseudo.


PERHATIAN :


Tidak untuk disuntikkan.
Hentikan pengobatan bila terjadi iritasi atau sensitisasi.
menimbulkan pertumbuhan yang berlebihan HipersensitivL terhancur Terbukti ada alergenisitas silang diantara aminoglikosida.
belum aSftetSkaenektiVitaS Pada anak berUsia kurang dari 6 tahun dan pada wanita hamil,menyUSUi karena Sejumlah kecil
panakan telinga diPertimban9ka kemungkinan toksisitasnya pada saraf krania,peTgoMnga danTnTeksTmata penggunaan botol yang sama untuk Kontaminasi dari obat tetes dapat terjadi bila ujung penetes menyentuh permukaan.Kelebihan dosis



EFEK SAMPING :

Iritasi pada mata sementara pernah dilaporkan.
Efek samping yang paling sering dilaporkan yang berhubungan dengan gentamicin adalah rasa terbakar pada mata dan iritasi pada saat penetesan,konjungtivitis non spesifik,defek epitel konjungtiva dan hiperemia konjungtiva.


KONTRAINDIKASI :



Sensitivitas terhadap setiap komponennya:perforasi membran timpani.
Infeksi yang disebabkan virus dan jamur.
Sama dengan semua obat mata yang mengandung benzalkonium chloride,pasien dianjurkan untuk tidak memakai lensa kontak lunak (soft contact lenses) selama penqobatan denqan GARAMYCIN.



PRESENTASI :


Botol berisi 5 mL; No. Reg.: DKI0287100760A1

Simpan pada suhu tidak lebih dari 25°C.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Dibuat oleh :

Schering-Plough Labo N.V. Belgium

Didaftar dan diimpor oleh:

PT Schering-Plough Indonesia Tbk.
Pandaan,Jawa Timur
Cabang dari:
Schering-Plough International Inc. U.S.A.


  1. Gentamicin Cream 

KOMPOSISI:


Tiap gram krim mengandung :
Gentamicin sulfate setara dengan Gentamicin1 mg
Betamethasone dipropionate setara dengan Betamethasone0,5 mg

KHASIAT :


DIGENTA* Krim merupakan kombinasi dari Gentamicin sulfate dan Betamethasone dipropionate.
Gentamicin,suatu antibiotika dengan  spektftim laas, efektif -untuk pengobatan topikal pada infeksi bakteri primer dan sekunder yang disebabkan oleh organisme Gram-positif dan Gram-negatif,terutama spesies  Staphylococci.Betamethasone dipropionate adalah suatu
kortikosteroid sintetik yang mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi,antialergi dan antipruritik.


INDIKASI:


Berbagai macam dermatitis,seperti dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis statis, dermatitis eksfoliatif, neurodermatitis, lichen planus, eksema, intertrigo, psoriasis, pruritus anogenital dan senilis.



KONTRA INDIKASI :
Penderita vana hipersensitif terhadan salah satu macam komponen obat tersebut.
Tuberkulosa kulit.
Infeksi virus pada kulit termasuk vaccinia, varicella.




EFEK SAMPING :





Pada kulit terasa terbakar, gatal, kering, iritasi, folikulitis, hipertrikosis, jerawat, hipopigmentasi, maserasi kulit, infeksi sekunder, atropi kulit, stria, miliaria.



PERINGATAN / PERHATIAN:
-Cegah penggunaan untuk mata.
-Hindari pemakaian yang luas atau lama pada kehamilan.
-Pada penggunaan yang lama dari preparat yang mengandung antibiotika dapat menimbulkan pertumbuhan organisme yang tidak peka terutama jamur.


Bila terjadi superinfeksi selama pengobatan, maka harus disertai dengan terapi yang tepat.
-Bila terjadi reaksi iritasi atau sensitisasi, hentikan pengobatannya.



ATURAN PAKAI:


Oleskan tipis-tipis, sehari 2 - 3 kali pada tempat yang gatal, lalu gosok secara merata.






KEMASAN :


Tube berisi 1Og netto 
• Reg. No.: DKL8817605529A1



HARUS DENGAN RESEP DOKTER



SIMPAN Dl BAWAH 30°C TERLINDUNG DARI CAHAYAJANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU

Diproduksi oleh : PT. Interbat


Hubungi Kami

Ampicillin


KOMPOSISI

Tiap tablet mengandung Ampicillin anhidrat 500 mg.

INDIKASI
- Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella, S. Thyposa, Salmunella, E.Coli, P.Mirabilis dan Eterococci
- Meningitis yang disebabkan oleh N. Meningitis - Infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri non penicillinase, H.Influenzae, Stapylococcus dan Stepcoccus pheunomia
-Ifeksi saluran kemih yang disebabkan oleh N.Gonorrhoea, P.Mirabillis, Shigella, S. Typosa dan bakteri non penicillinase

 DOSIS Menurut petunjuk dokter,umumnya :
* Dewasa dan anak-anak dengan berat badan di atas 20kg
- Untuk infeksi saluran kemih dan saluran pencernaan : 500 mg diberikan setiap 6 jam (4 kali sehari)
- Untuk infeksi saluran pernafasan : 250 mg diberikan setiap 6 jam (4 kali sehari)
* Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg :
- Untuk infeksi saluran pencernaan : 100 mg/kg berat badan diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 jam
- Untuk infeksi saluran pernafasan : 50 mg/ kg berat badan diberikan dalam dosis terbagi 3-4 kali sehari.

KEMASAN & NO REG.
10 strip @ 10 tablet, GKL 8912409704B2

PABRIK
KIMIA FARMA


KOMPOSISI :
Tiap sendok takar (5 ml) mengandung :
Ampisilina trihidrat setara dengan ampisilina anhidrat 125 mg

INDIKASI :
Pengobatan infeksi saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan saluran kemih

ATURAN PEMAKAIAN :
Tiap 6 jam
Umur < 1 tahun : 1/2 sendok takar
Umur 1-5 tahun : 1 - 1 1/2 sendok takar
Umur 6-12 tahun : 1 1/2 - 2 sendok takar
Obat ini sebaiknya diberikan 1/2-1 jam sebelum makan


CARA MELARUTKAN :
- Tambahkan air suling 52 ml, kocok sampai rata
- Setelah dilarutkan, syrup harus digunakan dalam waktu 7 hari

PERHATIAN :
KOCOK DAHULU SEBELUM DIMIINUM
SIMPAN DI TEMPAT SEJUK DAN KERING
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PABRIK :
PT Rama Emerald Multi Sukses



Hubungi Kami

Selasa, 13 Desember 2011

Ciprofloxacin

Komposisi
Ciprofloxacin hydrochloride.

INDIKASI
Infeksi saluran kemih, uretritis gonorrhoe, infeksi saluran cerna, saluran napas, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap ciprofloxacin dan devirat kuinolon lain, hamil, laktasi, anak, remaja.

PERHATIAN
Diketahui atau diduga terjadi gangguan susunan saraf pusat,gangguan fungsi ginjal, kristaluria.

Interaksi Obat :
Antasida yang mengandung alumunium atau magnesium hidroksida.
Teofilin, probenesid, klindamisin, metronidazol.

EFEK SAMPING
Gangguan gastro intestinal, gangguan susunan saraf pusat, reaksi kulit, peningkatan sementara nilai enzim hati.

KEMASAN
Kaplet salut selaput 500 mg x 2 x 10

DOSIS
Infeksi saluran kemih :
• Ringan atau sedang : 2 x sehari 250 mg.
• Berat : 2 x sehari 500 mg. Infeksi saluran napas, kulit, dan jaringan lunak, tulang dan sendi :
• Ringan atau sedang : 2 x sehari 500 mg. Infeksi saluran cerna : 2 x sehari 500 mg. Gonorrhoea akut : 250 mg dosis tunggal. Osteomielitis akut : minimal 2 x sehari 750 mg.

Kloramfenicol

1. Kloramfenicol Kapsul




KOMPOSISI :
Tiap kapsul mengandung : Kloramfenicol 250 mg


KHASIAT :
Colme mengandung Kloramfenicol, suatu antibiotika dengan spektrum luas yang efektif terhadap sejumlah bakteria rickettsia dan beberapa virus.
Kloramfenicom cepat diserap oleh tubuh dan cepat diinaktifkan dan dieliminasi. Umumnya tidak terdapat resistensi silang antara Kloramfenikol, Penisilina dan Tetrasiklina. Karena sebagian besar dari strain Staphylococci peka terhadap Klorampenicol, antibiotika ini sering efektif untuk infeksi-infeksi yang disebabkan oleh Staphylococci yang resisten terhadap Penisilina dan Tetrasiklina.


INDIKASI :
Sebagai pilihan utama pengobatan tipus, paratipus.
Untuk infeksi-infeksi berat yang disebabkan oleh :
- Salmonella spp
- H. Influenza (terutama infeksi meningual)
- Rickettsia
- Lymphogranuloma-psitacosis
- Gram negatif yang menyebabkan bekteremia meningitis


KONTRA INDIKASI :
- Penderita yang hipersensitif terhadap Kloramfenikol
- Penderita dengan gangguan faal hati yang berat
- Penderita dengan gangguan ginjal yang berat


EFEK SAMPING :
- Diskrasia darah terutama aplastik anemia yang dapat menjadi serius dan fatal
- Reaksi hipersensitif lainnya misalnya : anafilaktik, urtikaria
- Sindroma gray pada bayi prematur atau bayi yang baru lahir
- Gangguan gastrointestinal misal : mual, muntah, diare


PERINGATAN / PERHATIAN :
- Hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat
- Pada pemakaian Kloramfenikol dalam waktu lama perlu dilakukan pemeriksaan hematologik berkala
- Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya super infeksi dengan bakteri dan jamur.
- Keamanan pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui dengan pasti.
- Jangan digunakan untuk pencegahan infeksi.
- Jangan digunakan untuk mengobati influenza, batuk pilek atau infeksi tenggorokan.
- Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan ginjal.
- Hati-hati bila digunakan pada bayi prematur dan bayi yang baru lahir (2 minggu pertama).


INTERAKSI OBAT :
Hati-hati bila digunakan bersama dengan obat-obat yang juga dimetabolisme oleh enzim-enzim mikrosom hati seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid, fenobarbital.


ATURAN PAKAI :
Dewasa : 1-2 g/hari dan dibagi dalam 4 takaran.
Anak-anak : 25-50 mg/kg berat badan/hari dan dibagi dalam 4 takaran.

2. Kloramfenicol Salep




KOMPOSISI
Tiap gram mengandung :
Kloramfenicol basa 20 mg
Hidrokortison Asetat 10 mg

CARA KERJA OBAT
Klormfenikol mrupakan suatu antibiotika yang memiliki spektrum bakteri yang luas.Bekerja dengan cara menghambat sintesa protein kuman. Hidrokortison Asetat adalah suatu senyawa anti-radang dari golongan kortikosteroid.



INDIKASI
Untuk mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap Klormfenikol yang membutuhkan kortikosteroid.


DOSIS
Menurut petunjuk dokter, umumnya : Oleskan 3-4 kali sehari pada bagian kulit yang sakit.



KONTRA INDIKASI
Gangguan kulit yang disebabkan oleh tuberkulosis,jamur dan virus. Tidak boleh digunakan pada pasien yang hiperseirsitif terhadap komponen INDOSON CREAM.Pemakaian yang berlebihan dan dalam jangka waktu lama pada wanita yang sedang hamil.



EFEK SAMPING

Kulit kering,pruritus,rasa panas.Hipercorticisme pada pemekaian dalam jangka waktu lama. Gatal-gatal,folliculitis,hipertrichoses,hipiopigmentasi,perioral dermatitis,striae & miliaria. Reaksi hipersensitif.



PERINGATAN DAN PERHATIAN
Tidak untuk pengobatan mata.Hati-hati dalam pemakaian obat ini secara berlebihan dalam jangka waktu lama terutama untuk bayi.Apabila terlihat adanya reaksi-reaksi lain,pemakaian harus dihentikan.Bila timbul iritasi baru karena bakteri yang tidak peka atau fungi,harap konsultasi kepada dokter.

3. Tiamfenichol



BIOTHICOL

KOMPOSISI
Kapsul :Tiap kapsul mengandung 250 mg/500 mg

INDIKASI :

BIOTHICOL® diindikasikan untuk infeksi-infeksi yang disebabkan oleh :
Salmonella.
H. influenzae, terutama infeksi meningeal. Rick9ttsi
Chlamydia dari golongan Psittacosis-lymphogra-nuloma.
Bakteri Gram-negatif yang menyebabkan: bakteremia, meningitis. Tidak untuk hepatobilier dan gonore.

KONTRA-INDIKASI :
-Hipersensitif terhadap Tiamfenikol.
-Penderita dengan gangguan faal hati dan ginjal yang berat.

PERHATIAN :

-Hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya, kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat.
-Pada pemakaian Tiamfenikol dalam waktu lama perlu dilakukan pemeriksaan hematologik berkala.
-Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya superinfeksi oleh bakteri dan jamur.
-Jangan digunakan untuk pencegahan infeksi.
-Jangan digunakan untuk pengobatan infeksi-infeksi yang ringan seperti influensa, batuk pilek atau infeksi tenggorokan.
-Hati-hati bila digunakan pada:
Wanita hamil dan menyusui, berhubung keaman-an pemakaiannya belum diketahui dengan pasti.
Bayi prematur dan bayi yang baru lahir (2 minggu pertama).

EFEK SAMPING :
-
Diskrasia   darah  terutama  anemia  aplastik  yang dapat menjadi serius dan fatal.
-
Reaksi   hipersensitif   iainnya   misalnya   anafilaktik, urtikaria.
-
Gangguan gastro-intestinal misalnya mual, muntah, diare.
-
Sindroma Grey pada bayi prematur atau bayi yang baru lahir.

INTERAKSI OBAT :
Hati-hati bila digunakan bersama-sama dengan obat-obat yang juga dimetabolisme 6leh enzim-enzim mi-krosom hati seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid, fenobarbital.


DOSIS :
-Dewasa, anak-anak dan bayi > 2 minggu:
50 mg/kg berat badan per hari, terbagi dalam 3 - 4 dosis.
-Bayi < 2 minggu dan bayi prematur:
25 mg/kg berat badan per hari, terbagi dalam 4 dosis.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN
Kapsul :
Dus isi 10 strip @ 10 kapsul.

No. Reg :
BIOTHICOL® 250 Kapsul :DKL8322201901A1 
BIOTHICOL® 500 Kapsul :DKL8522201901B1 BIOTHICOL®

PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.


Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia SK BF 096-5



Hubungi Kami